Toboali,Bangka Selatan–Turnamen sepak bola yang digelar di Desa Tanjung Labu, Kecamatan Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan berujung kericuhan
Sejumlah pemain Merdeka FC menjadi korban pengeroyokan oleh penonton sebelum babak ke dua(2) berakhir
Insiden tersebut menjadi sorotan karena pertandingan sepak bola yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi dan hiburan masyarakat justru diwarnai aksi kekerasan.
Kericuhan tersebut juga mendapat perhatian dari mantan Plt Ketua Koni dan juga mantan wakil ketua PSSI Bangka Selatan, Norman Adjis
"Ia meminta Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Bangka Selatan mengambil sikap tegas terhadap insiden yang terjadi dalam turnamen tersebut
Beliau berharap agar PSSI Bangka Selatan mengevaluasi pelaksanaan turnamen di Desa Tanjung Labu, termasuk mempertimbangkan sanksi terhadap tuan rumah apabila terbukti terjadinya pelanggaran terhadap ketentuan pertandingan dan aspek keamanan.
Bahkan,ia meminta PSSI Bangka Selatan untuk memboikot dan memasukkan tuan rumah Desa Tanjung Labu ke dalam daftar hitam (blacklist) dari penyelenggaraan turnamen sepak bola apabila hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya kelalaian serius atau pelanggaran yang dilakukan pihak penyelenggara.
“Kami meminta PSSI Bangka Selatan jangan tinggal diam,harus mengambil sikap
Kalau memang terbukti ada pelanggaran dan keamanan pemain tidak dijamin,harus ada evaluasi dan sanksi tegas.
Jangan sampai kejadian seperti ini dianggap biasa
Apapun alasannya sebagai penonton tak boleh memukul pemain,apalagi masih dalam masa bertanding, ” tegasnya.
Menurutnya, keselamatan pemain harus menjadi prioritas utama dalam setiap pertandingan.
Panitia dan tuan rumah harus memiliki tanggung jawab terhadap para pemain untuk memastikan pertandingan berlangsung aman,tertib dan menjunjung tinggi sportivitas.
Ia juga berharap PSSI Bangka Selatan dapat melakukan klarifikasi serta memanggil pihak-pihak terkait untuk mengetahui secara utuh kronologis kericuhan tersebut.
Terlebih,pertandingan sepak bola antarklub maupun antar desa seharusnya menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan masyarakat di bidang olahraga raga,bukan justru menimbulkan konflik.
Hingga berita ini diterbitkan,awak media masih berupaya konfirmasi Ketua PSSI Basel dan panitia turnamen maupun kepala Desa Tanjung Labu terkait dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh penonton terhadap pemain Merdeka FC asal Kota Toboali tersebut.
Sumber : Man Muray
Warta :Joy
Tags:
Berita
