Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
Breaking News Memuat berita...

Bertahun Menanti Bantuan, Darwin Warga Belolaut Masih Bertahan di Gubuk Darurat Tak Layak Huni


 
BANGKA BARAT – Harapan akan tempat tinggal yang layak masih jauh dari kenyataan bagi Darwin, warga Dusun 2, Desa Belolaut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Sudah lama ia menanti perhatian dan bantuan dari pemerintah, namun hingga kini ia masih harus bertahan hidup di gubuk darurat yang jauh dari kata layak huni.
 
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, kondisi tempat tinggal Darwin sangat memprihatinkan. Dinding gubuk hanya tersusun dari papan bekas dan lembaran tripleks yang sudah lapuk, sebagian lubang dan celah hanya ditutup terpal hitam dan kuning agar tidak tembus pandang serta terlindung sedikit dari angin dan hujan. Atapnya berupa campuran seng tua dan daun nipah yang sudah lama tidak diganti. Tiang penyangga bangunan pun hanya berupa kayu seadanya yang diikat dengan tali, tak menjamin kekokohan jangka panjang.
 

Dari dokumentasi yang diperoleh, terlihat Darwin duduk pasrah di depan gubuk reyotnya. Pada gambar lain, ia berdiri memperlihatkan Kartu Tanda Penduduk-nya — seolah ingin menegaskan bahwa ia adalah warga negara yang sah, yang berhak mendapat perhatian dan perlindungan dari negara dan pemerintah daerahnya.
 
Sekitar rumah hanya berupa tanah berpasir tanpa lantai yang dirapikan. Tak ada fasilitas sanitasi maupun sarana dasar yang layak. Beberapa ember bekas dan barang-barang sederhana menjadi perlengkapan sehari-hari yang menjadi saksi betapa kerasnya kehidupan yang ia jalani sendirian.
 
“Menanti bantuan tak kunjung tiba,” begitu ungkapan yang paling pas menggambarkan nasib Darwin saat ini. Ia berharap ada uluran tangan dari Pemerintah Desa Belolaut, Kecamatan Mentok, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, maupun dinas terkait melalui program bedah rumah atau bantuan sosial yang disalurkan kepada warga kurang mampu.
 
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kejelasan kapan bantuan akan sampai kepada Darwin. Awak media akan terus menelusuri tanggapan pihak berwenang terkait nasib warga yang membutuhkan perlindungan dan pelayanan dasar ini. (Sub: Kemis) 
 
 
 

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak