BANGKA SELATAN - Pemerintah dan berbagai elemen masyarakat kembali menegaskan komitmen kuat dalam menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi utama persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Penegasan ini disampaikan dalam serangkaian pertemuan dan dialog lintas iman yang digelar di berbagai daerah, termasuk di kantor Kemenag Bangka Selatan, Rabu ( 03/06/26 ), guna memperkuat toleransi dan mencegah potensi konflik bernuansa SARA.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan tokoh agama, pemuka masyarakat, 13 kader kerukunan antar umat beragama, disepakati bahwa keberagaman agama dan kepercayaan adalah kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Kepulauan Bangka Belitung yang di wakili Bapak Ikhsan Syarif Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama, mengatakan, “ Perbedaan keyakinan bukanlah alasan untuk berpisah, melainkan kekuatan yang menjadikan Indonesia unik dan kuat, Kita harus terus mengingatkan diri sendiri dan generasi muda bahwa hidup berdampingan secara damai adalah syarat mutlak untuk kemajuan bersama.” ujarnya
Ia juga mengatakan kerukunan antar umat beragama di Bangka Belitung berada di tiga besar Nasional.
" Alhamdulillah kerukunan antar umat beragama di Indonesia, Bangka Belitung masuk tiga besar Nasional dengan indeks 85,41 dengan indeks Nasional 77,89, dengan demikian kerja nyata kita ada peningkatan," jelasnya
Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bangka Selatan juga menekankan pentingnya peran aktif seluruh warga dalam menjaga suasana kondusif, saat di jumpai di ruangan Kepala Kemenag Bangka Selatan, Rabu ( 03/06/26 ) menyampaikan bahwa setiap warga negara berhak menjalankan ibadah sesuai agamanya masing-masing, namun hal tersebut harus diimbangi dengan sikap saling menghormati dan menghargai batasan yang ada.
“Tidak boleh ada kelompok atau individu yang merasa lebih unggul atau berusaha mendominasi, Hukum berlaku sama bagi semua, dan segala bentuk tindakan yang mengganggu ketertiban umum atau merusak kerukunan akan ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku,” tegasnya.
Selain itu, para tokoh agama sepakat untuk memperkuat pendidikan nilai-nilai toleransi mulai dari lingkungan keluarga hingga sekolah. Materi tentang persatuan dan cinta damai akan terus disosialisasikan agar tumbuh pemahaman bahwa menjaga kerukunan adalah tanggung jawab setiap individu, bukan hanya tugas pemerintah atau tokoh masyarakat saja.
Masyarakat juga di himbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu - isu yang bersifat memecah belah, terutama yang beredar di media sosial. Informasi yang belum jelas kebenarannya sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak berwenang atau FKUB setempat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang bisa memicu konflik.
Di akhir pernyataan bersama, seluruh elemen yang hadir berkomitmen untuk terus bersinergi menjaga kedamaian. Kerukunan antarumat beragama disebut sebagai modal utama pembangunan daerah dan negara, karena tanpa suasana aman dan damai, kemajuan ekonomi, sosial, dan budaya akan sulit tercapai. ( Abi )
Tags:
Berita
