SIMPANG TERITIP – Respon cepat ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 431-02/Simpang Teritip, Sertu A. Hakim, setelah menerima laporan adanya temuan korban jiwa di Laut Mensirak, Desa Peradong, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, pada Senin (06/04/2026).
Laporan awal diterima dari Kepala Dusun (Kadus) 2 Desa Peradong, Bapak Rahman, yang menginformasikan adanya seorang nelayan yang hilang saat sedang melaut.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian bermula pada pukul 15.30 WIB saat korban atas nama Dayat, warga Dusun 2 Desa Peradong, berangkat menuju pesisir laut untuk mencari ikan dengan menggunakan pukat (jaring tradisional).
Sekitar 20 menit berselang, tepatnya pukul 15.50 WIB, warga di sekitar lokasi mulai merasa curiga. Saksi melihat alat tangkap (pukat) milik korban sudah terpasang dan tertebar di air, namun sosok Dayat tidak terlihat di permukaan.
Identitas Korban
Nama: Dayat
Pekerjaan: Nelayan / Buruh Harian
Alamat: Dusun 2 Desa Peradong, Kec. Simpang Teritip, Kab. Bangka Barat.
Mendapati laporan tersebut, Sertu A. Hakim langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Bhabinkamtibmas, Kepala Desa, Polsek Simpang Teritip, serta Posko BPBD Bangka Barat untuk meminta bantuan evakuasi.
"Kami segera berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses pencarian dan evakuasi bisa dilakukan secepat mungkin," ujar Sertu A. Hakim.
Tim TRC BPBD Bangka Barat diberangkatkan dari posko pada pukul 16.15 WIB dan tiba di Lokasi Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 16.45 WIB. Setibanya di lokasi, tim langsung bersinergi dengan Forkopimcam dan warga setempat untuk melakukan pencarian.
Setelah dilakukan penyisiran, jenazah korban akhirnya berhasil ditemukan oleh tim gabungan. Korban segera dievakuasi dari laut dan dibawa menuju rumah duka di Desa Peradong untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Kejadian ini menjadi duka mendalam bagi warga Desa Peradong. Pihak berwenang mengimbau para nelayan untuk tetap waspada dan memperhatikan keselamatan diri saat beraktivitas di laut.
