JAKARTA, 15 Maret 2026 – Peristiwa penyiraman cairan yang diduga air keras menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, masih menjadi sorotan publik. Kejadian yang terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.30 WIB di Jalan Salemba I-Talang, Senen, Jakarta Pusat, ini memicu kecaman luas dari berbagai pihak.
Kronologi Kejadian
Sebelum kejadian, Andrie baru saja menyelesaikan perekaman podcast bertema "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat mengendarai sepeda motor melintas di lokasi, dua orang pelaku yang berboncengan sepeda motor diduga Honda Beat (tahun 2016-2021) menghampiri dari arah berlawanan. Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan berbahaya ke tubuh Andrie sebelum melarikan diri. Warga sekitar sempat mengejar namun kehilangan jejak pelaku.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat Andrie menjatuhkan motornya di pinggir jalan dan berteriak histeris akibat rasa panas yang ditimbulkan cairan tersebut.
Kondisi Korban
Hingga Sabtu, 14 Maret 2026, Andrie Yunus masih menjalani perawatan medis. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, korban didiagnosis mengalami luka bakar sebanyak 24 persen yang meliputi wajah, dada, tangan, dan mata.
Ciri-Ciri Pelaku dan Penyangkalan Foto AI
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, memaparkan ciri-ciri kedua pelaku yang teridentifikasi:
- Pelaku 1 (Pengemudi): Mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap diduga berbahan jeans, dan helm berwarna hitam.
- Pelaku 2 (Penumpang): Menggunakan masker penutup wajah (buff) berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaus biru tua, serta celana panjang biru berbahan jeans yang dilipat pendek.
Perlu dicatat, foto yang beredar di media sosial yang diklaim sebagai tampang pelaku telah dibantah oleh pihak kepolisian. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menegaskan foto tersebut adalah buatan kecerdasan buatan (AI) dan justru mempersulit proses pengusutan karena tidak sesuai dengan ciri-ciri pelaku yang sebenarnya.
Perkembangan Penyelidikan
Pihak kepolisian, di bawah pimpinan Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri, terus melakukan pendalaman dan analisis terhadap rekaman CCTV serta bukti-bukti lain di lokasi kejadian. Hingga saat ini, polisi telah memeriksa dua orang saksi mata yang merupakan warga sekitar yang melihat peristiwa tersebut.
Kapolda Metro Jaya memastikan akan terus bekerja keras untuk mengusut tuntas kasus ini dan menangkap para pelaku, serta mengungkap apakah ada aktor intelektual di balik serangan tersebut.
Reaksi Pihak Terkait
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Angga Raka Prabowo mengecam keras tindakan kekerasan tersebut. Ia menyatakan bahwa kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum dan setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat secara damai. Pemerintah juga menyampaikan keprihatinan mendalam dan berharap korban segera pulih.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, juga mengecam aksi ini dan telah menghubungi Kapolda Metro Jaya untuk meminta agar kepolisian bergerak cepat dalam mengusut kasus serta menangkap pelaku. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap korban pasca-insiden.
Berbagai organisasi masyarakat sipil, termasuk Iwakum, menyampaikan empati dan mengutuk serangan ini sebagai bentuk pembungkaman kesadaran kritis. Mantan penyidik KPK, Novel Baswedan, yang pernah mengalami serangan serupa, mendesak agar aktor intelektual di balik kasus ini segera diungkap.
Panggilan untuk Masyarakat
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait identitas atau keberadaan pelaku serangan ini untuk segera melaporkannya ke kantor polisi terdekat atau menghubungi layanan pengaduan kepolisian. Kerjasama masyarakat sangat diharapkan untuk mempercepat proses pengusutan dan penanganan kasus ini.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh elemen bangsa akan pentingnya menjaga kebebasan berpendapat dan melindungi hak asasi manusia di Indonesia. Pihak berwenang diharapkan dapat segera menyelesaikan kasus ini dan memberikan keadilan bagi korban.
Tags:
berita
