Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
Breaking News Memuat berita...

Diduga Ada Pengaturan Antrean, Kendaraan Pengerit Solar Dominan Dilayani di SPBU Selindung Pangkalpinang



PANGKALPINANG —Antrean panjang kendaraan pengangkut barang untuk mendapatkan BBM subsidi jenis solar kembali terjadi di SPBU 24.331.69 Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Selindung, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, Selasa (10/2/2026). Kondisi ini terpantau sejak pagi hari dan menyebabkan kemacetan di jam sibuk aktivitas masyarakat.

Pantauan tim media di lokasi menunjukkan deretan kendaraan besar, mulai dari truk hingga bus, mengantre hingga memakan badan jalan. Situasi ini bukan kali pertama terjadi dan telah lama menjadi keluhan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan, muncul dugaan adanya pengaturan antrean dalam penyaluran BBM subsidi solar. Sejumlah kendaraan yang diduga milik pengerit solar tampak lebih sering mendapatkan giliran pengisian dibandingkan kendaraan umum. Dalam salah satu momen yang terekam sekitar pukul 07.47 WIB, terdengar arahan dari seorang operator nozel solar bernama Firman kepada sopir kendaraan yang diduga pengerit agar segera maju ke posisi pengisian.

Pantauan lanjutan juga mencatat indikasi ketimpangan antrean, di mana kendaraan yang diduga pengerit solar terlihat lebih dominan dilayani dibandingkan kendaraan truk umum. Pola ini secara kasat mata menimbulkan persepsi ketidakadilan dalam distribusi BBM subsidi, yang seharusnya disalurkan sesuai ketentuan dan diperuntukkan bagi sektor yang berhak.

Selain berdampak pada ketersediaan solar bagi pengguna yang membutuhkan, antrean panjang kendaraan besar di badan jalan juga memicu kemacetan dan mengganggu kelancaran lalu lintas, terutama pada jam kerja masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU maupun Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengaturan antrean dan prioritas pengisian BBM subsidi solar tersebut. Redaksi membuka ruang klarifikasi bagi pihak terkait untuk memberikan penjelasan demi menjaga prinsip keberimbangan.

Redaksi akan terus memantau perkembangan di lapangan serta mendorong pengawasan distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.(Tim) 


Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak